
CIKAMPEK, ckpinfo.com – Sebuah U-Turn di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan kawasan Saraswati, Cikampek, dikeluhkan warga karena diduga dijadikan lahan pungutan liar (pungli). Pasalnya, putaran arah tersebut terlihat dijaga oleh seorang pak ogah yang meminta bayaran kepada pengendara yang hendak melintas.
Seorang warga yang melaporkan kejadian tersebut mengungkapkan keresahannya. “Min, ini di puteran Saraswati, masa ada yang jaga dan kalau mau lewat harus bayar,” ujarnya.
Tak hanya itu, warga juga menyebutkan bahwa pengendara yang tidak memberikan uang tidak langsung diberi jalan, sehingga menimbulkan kesan pemaksaan. “Kalau nggak bayar nggak dikasih jalan. Kurang pantes aja dilihatnya, takutnya ada warga luar Cikampek yang alami, jadi jelek nama Cikampek,” tambahnya.
Praktik tersebut dinilai meresahkan dan mencederai ketertiban lalu lintas. Warga bahkan menilai kondisi tersebut lebih menyerupai aksi pemalakan dibandingkan sekadar membantu mengatur kendaraan.
“Kesannya kayak pemalakan nggak sih,” tutup warga tersebut.
Warga berharap pihak terkait, baik Dinas Perhubungan maupun aparat kepolisian, dapat segera turun tangan untuk menertibkan lokasi tersebut agar tidak menjadi preseden buruk serta mengganggu kenyamanan dan keamanan pengguna jalan, khususnya di jalur padat seperti Jalan Ahmad Yani.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!