BANDUNG, ckpinfo.com – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegur keras Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung terkait dibukanya kunjungan wisata ke Alun-alun Bandung dan Babakan Siliwangi (Baksil) saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Menurut Farhan, kedua lokasi tersebut belum sepenuhnya siap menerima lonjakan pengunjung karena masih berada dalam tahap pemeliharaan pasca-pembangunan dan renovasi.

Farhan mengakui bahwa promosi kedua destinasi tersebut tidak sebanding dengan kondisi di lapangan.
“Baksil sama Alun-alun itu ternyata promosinya lebih bagus dari kenyataannya, itu harus kami akui. Sebab, DPKP sebagai penanggung jawab itu saya tegur dan evaluasi habis karena mereka berani-beraninya membuka dan mempromosikan, padahal kapasitasnya belum 100 persen,” ujar Farhan saat ditemui di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu (7/1/2026).

Sebagai pimpinan daerah, Farhan juga menyampaikan permohonan maaf kepada wisatawan dan warga Kota Bandung yang merasa tidak nyaman saat berkunjung akibat masih banyaknya fasilitas yang belum rampung diperbaiki.
“Saya mohon maaf kepada wisatawan dan warga Bandung,” ucapnya.

Guna menghindari potensi kecelakaan serta memastikan kenyamanan dan keselamatan pengunjung, Farhan memutuskan untuk menutup sementara Alun-alun Bandung dan Babakan Siliwangi selama beberapa minggu ke depan.
“Kami akan tutup dulu. Prinsip saya, fasilitas publik itu kapasitasnya harus 110 persen dari potensi kunjungan. Kalau kapasitasnya bisa 10 ribu orang, ya harus mampu menampung 11 ribu,” tegasnya.

Ia menilai kondisi yang terjadi justru sebaliknya, di mana kapasitas fasilitas belum memadai namun jumlah pengunjung melebihi daya tampung. Hal ini berpotensi memicu insiden yang seharusnya bisa dihindari.

Farhan menambahkan, perbaikan kerusakan akibat membludaknya pengunjung saat libur Nataru akan dilakukan dalam beberapa bulan ke depan menggunakan anggaran APBD. Proses perbaikan tersebut masih menjadi tanggung jawab kontraktor karena belum memasuki tahap serah terima.
“Kalau masih bisa diperbaiki, kami perbaiki. Jadi dua tempat itu ditutup sementara untuk perbaikan,” pungkasnya.