
CIKAMPEK, ckpinfo.com – Fenomena sosial di kawasan Flyover Cikampek kembali menuai sorotan publik. Pemandangan gelandangan dan pengemis (gepeng), praktik premanisme, parkir liar, hingga pengendara yang nekat melawan arus lalu lintas seakan menjadi hal lumrah dan terus berulang. Kondisi semrawut tersebut dinilai sudah berlangsung lama dan seolah “bersahabat” dengan kehidupan warga di kota ini.
Seorang pengguna jalan mengungkapkan keresahannya melalui laporan kepada redaksi. “Min tolong min, di rel kereta flyover Cikampek kenapa banyak lagi anak-anak minta-minta lagi,” ucapnya. Kehadiran anak-anak di area rawan lalu lintas tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga membahayakan keselamatan mereka sendiri.
Situasi ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Di mana peran petugas dan aparat terkait dalam menertibkan kawasan yang menjadi salah satu titik vital di Cikampek tersebut? Hingga kini, belum terlihat upaya penanganan yang berkelanjutan dan tegas untuk menata kembali kawasan bawah flyover agar lebih tertib, aman, dan manusiawi.
Warga berharap pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum tidak menutup mata terhadap persoalan yang dinilai sudah menjadi masalah klasik ini. Penertiban gepeng, penanganan premanisme, serta penegakan aturan lalu lintas dinilai perlu dilakukan secara konsisten, dibarengi dengan solusi sosial yang tepat, agar Cikampek tidak terus dicap sebagai kota yang bebas tanpa pengawasan.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!