CIKAMPEK, ckpinfo.com – Seorang penjual durian di wilayah Pawarengan mengaku menjadi korban dugaan hipnotis yang dilakukan oleh tiga orang warga negara asing (WNA). Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kehilangan uang sebesar Rp1 juta.

Menurut keterangan korban, peristiwa itu bermula saat ketiga WNA tersebut datang ke lapak durian miliknya dengan alasan ingin membeli durian. Namun, mereka mengaku tidak memiliki uang rupiah. Dua dari mereka kemudian mengaku sebagai YouTuber dan mulai mengajak berinteraksi.

“Di toko ada saya sama ibu bapak saya. Terus dua orang itu maksa mau foto-foto, satu lagi pura-pura lihat-lihat sambil pegang-pegang uang ibu saya,” ujar korban.

Korban menuturkan, uang milik ibunya yang disimpan dalam kondisi terikat karet berjumlah Rp6 juta. Dalam situasi yang membingungkan tersebut, para pelaku pergi secara satu per satu, dan salah satu di antaranya membawa durian yang sebelumnya dipilih.

“Pas sudah selesai, uang ibu saya tinggal Rp5 juta,” lanjutnya.

Korban juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat mencoba memotret para pelaku. Namun, telepon genggamnya sempat dirampas dan ia dipaksa menghapus foto tersebut.

“Sempat saya foto, tapi HP saya dipegang sama dia, disuruh hapus. Katanya nggak boleh foto-foto. Yang cewek-cewek juga sempat ngecoh, pura-pura lihat-lihat supaya nggak ganggu temannya yang mau hipnotis ibu saya,” tambah korban.

Hingga kini, korban berharap kejadian tersebut mendapat perhatian aparat penegak hukum agar pelaku dapat segera ditindak. Masyarakat pun diimbau untuk lebih waspada terhadap modus penipuan dan dugaan hipnotis, terutama saat berinteraksi dengan orang asing yang bersikap mencurigakan.