
CIKAMPEK, ckpinfo.com – Kondisi infrastruktur jalan di wilayah Cikampek kembali menuai sorotan publik. Kekesalan warga memuncak setelah sejumlah ruas jalan berlubang tak kunjung diperbaiki, hingga akhirnya ditutup secara swadaya menggunakan sampah, ranting pohon, ban bekas, dan potongan kayu. Aksi tersebut menjadi simbol nyata kemarahan warga terhadap buruknya kualitas jalan serta lambannya respons petugas atau dinas terkait.
Dari pantauan di lapangan, penutupan lubang jalan dengan material seadanya itu dilakukan sebagai upaya darurat agar pengendara tidak terperosok, sekaligus bentuk protes atas kondisi jalan yang dinilai semakin membahayakan, terutama saat malam hari atau ketika hujan turun.
Warga menilai kerusakan jalan dibiarkan berlarut-larut tanpa penanganan serius. Minimnya perbaikan dan kurangnya kehadiran pihak berwenang di lokasi membuat masyarakat terpaksa bertindak sendiri demi keselamatan pengguna jalan.
Diketahui, kondisi serupa sebelumnya juga terjadi di Jalan Pantura depan Sudirman, wilayah Jatisari, hingga kawasan Jomin. Lubang-lubang jalan yang dibiarkan menganga kerap menjadi penyebab kecelakaan dan kemacetan.
Warga berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait segera turun tangan melakukan perbaikan permanen, bukan sekadar penanganan sementara. Mereka menegaskan, jalan adalah fasilitas publik yang vital dan sudah seharusnya mendapat perhatian serius demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!