CIKAMPEK, ckpinfo.com – Keberadaan eceng gondok di saluran irigasi menjadi perhatian serius karena dapat menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan dan aktivitas pertanian. Tanaman air ini dikenal memiliki pertumbuhan yang sangat cepat, sehingga kerap menyumbat aliran air dan mengganggu fungsi irigasi. Namun di sisi lain, eceng gondok juga memiliki potensi manfaat apabila dikelola dengan baik.

Secara umum, eceng gondok yang tumbuh tak terkendali di saluran irigasi dapat menyumbat aliran air. Lapisan tanaman yang menumpuk menghambat distribusi air ke area persawahan, sehingga berisiko menyebabkan genangan hingga banjir di wilayah sekitar. Kondisi ini juga berdampak langsung pada produktivitas pertanian masyarakat.

Selain itu, keberadaan eceng gondok dalam jumlah besar dapat menurunkan kualitas air. Tanaman ini menghalangi masuknya sinar matahari dan mengurangi kadar oksigen terlarut di dalam air, yang dapat mengancam kehidupan biota perairan serta mempercepat proses pendangkalan saluran irigasi.

Dampak lainnya adalah meningkatnya potensi penyebaran penyakit. Tumpukan eceng gondok dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, sehingga berisiko meningkatkan kasus penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk, seperti demam berdarah dan malaria. Di samping itu, eceng gondok juga dapat merusak ekosistem perairan dengan mengubah habitat alami dan mengganggu keseimbangan lingkungan.

Meski memiliki banyak dampak negatif, eceng gondok sebenarnya juga menyimpan potensi manfaat. Tanaman ini diketahui mampu menyerap polutan dan logam berat dalam air melalui proses fitoremediasi, sehingga berfungsi sebagai penyaring alami pencemar air. Selain itu, eceng gondok dapat dimanfaatkan sebagai bahan penjernih air, sumber energi alternatif seperti briket dan biogas, hingga pakan ternak setelah melalui proses pengolahan tertentu.

Oleh karena itu, penanganan eceng gondok di saluran irigasi perlu dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Upaya pembersihan harus dibarengi dengan pengelolaan dan pemanfaatan yang tepat, agar tidak hanya mencegah kerusakan lingkungan dan banjir, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.