
CIKAMPEK, ckpinfo.com – Kondisi jalan perlintasan rel KAI di Flyover Cikampek kembali menuai sorotan publik. Pola perbaikan tambal sulam yang terus dilakukan dinilai tidak efektif dan hanya menghabiskan anggaran, karena kerusakan serupa terus berulang dalam waktu singkat.
Sejumlah warga mempertanyakan mengapa metode perbaikan yang sama masih terus digunakan, padahal hasilnya kerap tidak bertahan lama. Permukaan jalan kembali bergelombang, berlubang, dan membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua.
Padahal, terdapat solusi yang dinilai lebih efektif dan berkelanjutan, seperti penggunaan panel beton atau concrete crossing. Metode ini dikenal lebih tahan lama, memiliki permukaan rata, minim perawatan, serta mampu meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan di area perlintasan rel.
Warga menilai, kebijakan perbaikan yang dilakukan saat ini seolah tidak pernah belajar dari pengalaman sebelumnya. Meski sudah diketahui cepat rusak, metode tambal sulam tetap dipertahankan tanpa evaluasi menyeluruh.
Tak sedikit pengguna jalan dilaporkan terjatuh saat melintas di perlintasan sebidang tersebut, terutama saat kondisi jalan licin atau berlubang. Kondisi ini menambah daftar titik rawan kecelakaan di kawasan Flyover Cikampek yang hingga kini belum mendapatkan penanganan permanen.
Masyarakat berharap pihak terkait dan pengelola infrastruktur dapat melakukan evaluasi serius serta berani menerapkan solusi jangka panjang, agar keselamatan pengguna jalan tidak terus menjadi korban dari perbaikan yang berulang namun tak tuntas.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!