KARAWANG, ckpinfo.com – Aksi protes masyarakat terjadi di ruas Jalan Pantura Simpang Jomin–Cikalong sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi jalan yang rusak parah dan dinilai telah memakan banyak korban jiwa. Dalam poster aksi yang beredar luas, warga menyuarakan keprihatinan atas kecelakaan lalu lintas yang terus berulang tanpa adanya solusi permanen dari pihak berwenang.

Warga menilai kerusakan jalan di jalur vital Pantura tersebut telah berlangsung lama dan menjadi penyebab utama tingginya angka kecelakaan. Kondisi jalan berlubang, banjir, licin saat hujan, serta padatnya kendaraan berat seperti truk kontainer disebut sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Sudah banyak korban jiwa. Kecelakaan terus terjadi, nyawa melayang tanpa solusi,” demikian bunyi salah satu pernyataan dalam poster aksi.

Aksi penutupan jalan dilakukan sebagai bentuk tekanan kepada pemerintah agar segera mengambil langkah nyata. Masyarakat mempertanyakan hingga kapan korban jiwa harus terus berjatuhan sebelum perbaikan serius dilakukan.

“Mau sampai berapa korban yang harus meninggal?” tulis poster tersebut dengan nada kecaman.

Dalam tuntutannya, masyarakat mendesak agar segera dilakukan perbaikan menyeluruh terhadap jalan berlubang di sepanjang jalur Pantura Simpang Jomin hingga Cikalong Sari. Warga menegaskan menolak solusi sementara berupa tambal sulam, karena dinilai tidak efektif dan hanya bertahan singkat sebelum kembali rusak akibat dilintasi kendaraan berat setiap hari.

“Kami tidak ingin hanya tambal sulam, karena satu minggu pasti hancur kembali dihantam truk kontainer,” tulis warga dalam tuntutannya.

Mereka juga menekankan bahwa sebagai pembayar pajak, keselamatan masyarakat seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah.

Aksi ini menjadi simbol perlawanan warga terhadap lambannya penanganan infrastruktur yang berdampak langsung pada keselamatan publik.