JATISARI, ckpinfo.com – Tidak membuahkan hasil saat melakukan dialog dengan PPK 1.1 Jawa Barat, sejumlah massa aksi dari berbagai elemen masyarakat tersebut melanjutkan aksinya dengan bergerak menuju wilayah Jatisari.

Sepanjang jalan, massa aksi melakukan aksi penandaan jalan berlubang dengan berbagai benda seadanya, mulai dari sampah, bangku, kayu, ban bekas, safety corn, hingga rambu lalu lintas. Aksi tersebut sontak menarik perhatian pengguna jalan dan masyarakat sekitar yang melintas.

Diketahui, tindakan ini dilakukan sebagai bentuk luapan kemarahan publik terhadap pemerintah dan instansi terkait yang dinilai lamban serta belum mampu memberikan solusi nyata dalam menangani kerusakan jalan berlubang yang kian membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Namun demikian, aksi tersebut juga menuai keprihatinan. Pasalnya, sebagian massa aksi diduga melakukan perusakan fasilitas umum, seperti rambu lalu lintas dan lampu penerangan jalan. Tak hanya itu, barang milik warga, termasuk bangku, turut digunakan tanpa izin sebagai penanda jalan berlubang.

Kondisi ini memicu beragam reaksi dari masyarakat, antara empati terhadap tuntutan keselamatan jalan dan kekhawatiran atas dampak lanjutan akibat perusakan fasilitas umum.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di sepanjang jalur Jatisari terpantau ramai, dan pengguna jalan diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintas di area yang ditandai akibat kondisi jalan yang rusak.