
NASIONAL, ckpinfo.com – Pernyataan tegas datang dari Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono terkait keberadaan ritel modern di wilayah pedesaan.
Ferry menyampaikan bahwa ke depan, pemerintah mendorong penguatan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai pusat ekonomi masyarakat desa. Ia bahkan meminta agar pemilik ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret tidak lagi menambah gerai baru di wilayah pedesaan.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan seiring rencana pembangunan 80.000 Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia, yang digadang-gadang akan menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat.
Pernyataan ini pun memicu perdebatan publik. Pasalnya, di tengah target penciptaan 19 juta lapangan pekerjaan, kebijakan pembatasan ekspansi ritel modern dinilai sebagian pihak berpotensi berdampak pada ratusan ribu karyawan yang saat ini bekerja di jaringan minimarket tersebut.
Namun di sisi lain, pemerintah menilai penguatan koperasi desa merupakan strategi pemerataan ekonomi agar keuntungan usaha tidak terpusat pada korporasi besar, melainkan berputar di masyarakat desa itu sendiri.
Hingga saat ini, belum ada kebijakan resmi terkait penghentian operasional gerai yang sudah ada. Pernyataan tersebut lebih mengarah pada pembatasan ekspansi baru di wilayah pedesaan seiring penguatan program koperasi desa nasional.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!